Rabu, 05 Juni 2013

Dynamic Network Address Translation (Dynamic-NAT)

Kemarin, kita sudah membahas sepintas tentang NAT dan memberikan contoh static NAT. Berikutnya kita akan membahas Dynamic NAT yang maksudnya dari sekian banyak IP lokal yang ada dengan IP publik yang lebih dari 1, memungkinkan IP lokal ketika "keluar" untuk internetan memakai IP publik yang berbeda.

Dari konfigurasi routing, hostname, IP, dan case jaringannya tetap sama dengan yang statik NAT. Di sini hanya memberatkan pada konfigurasi Dynamic NAT-nya.

Selasa, 04 Juni 2013

Network Address Translation (NAT)

Assiiikkk… Sekarang kita masuk ke Network Address Translation (NAT) yang merupakan fitur yang digunakan sebagai penterjemah antara IP lokal dengan IP publik. NAT sangat berguna sekali ketika IP publik versi 4 tidak bisa menangani para pengguna internet di setiap perangkat yang mereka punya.

Ada 3 jenis NAT yaitu:
·      Static           : NAT yg didesain one to one mapping antara IP lokal dan IP publik. Jadi 1 IP lokal ketika keluar menjadi 1 IP publik.
·      Dynamic        : NAT yg didesain many to many mapping antara IP lokal dan IP publik. Jadi beberapa IP lokal ketika keluar menjadi beberapa IP publik dengan cara random.
·      Overloading    : NAT yg didesain many to one mapping antara IP lokal dan IP publik. Jadi beberapa IP lokal ketika keluar menjadi 1 IP publik.

Jumat, 31 Mei 2013

Access Control List (ACL) - Standard & Extended

Deg-degan banget deh kalo lagi pelatihan Access Control List (ACL) di CCNA. Paling susaaaahh banget nangkep apa yang dimaksud. Tapi yang penting dijejelin terus sama ACL biar sampe eneg terus tau-tau ngerti deh, hehehehehehe.

Sekarang apa sih ACL itu? ACL (Access Control List) adalah kumpulan list kondisi dari setiap akses. Jadi dapat men-filter­ paket data yang tidak diinginkan dan dapat diimplementasikan sebagai Access Policy.  Cara kerja ACL adalah sebagai berikut:
·       ACL selalu membaca setiap list-nya tersebut dengan cara sequential atau berurut.
·      Ketika ada paket data, ACL membaca dan membandingkan setiap list yang sudah dibuat. Jika sesuai, maka dijalankan perintah list tersebut.
·   Di dalam ACL terdapat implicit “deny” di akhir list ACL. Ini artinya jika tidak ada paket data yang sesuai, maka paket akan di-drop.

Kamis, 30 Mei 2013

Dasar Konfigurasi Router

Hmm.. dasarnya gimana ya cara mengkonfigurasi Router? Sebagai awal belajar, mending kita main-main aja di Packet Tracer. Itu Software menurut ane sangat membantu sekali untuk orang yang sangat baru berkecimpung di dunia Network. Hampir semua kegiatan di lapangan, bisa disimulasikan ke dalam Packet Tracer, walaupun ada beberapa bug yang terus menerus dicari oleh mereka untuk menyempurnakan software Packet Tracer ini.
Ok… Langsung aja deh kita mulai. Coba liat deh command line di bawah ini. Pasti sangat membingungkan untuk orang awam.

CCNA Virtual Trunking Protocol (VTP)

Kalau kita udah main sama VLAN, pasti gak jauh-jauh dari VTP (Virtual Trunk Protocol). Terus gunanya apaan? Bisa kita bilang kalo VTP itu bisa digunakan untuk menghindari mengkonfigurasi ulang VLAN yang sudah dibuat untuk switch baru yang akan ditambahkan dalam network yang sudah ada. VTP ada 3 macam yaitu Server (si pemberi informasi), Client (si penerima informasi), Transparent (si penerus informasi).

Ok.. untuk lebih jelasnya, kita langsung masuk ke case jaringan di bawah ini. Gak usah

CCNA VLAN Switching

Main VLAN yuuukkk… Ini ane sampe sekarang masih bingung untuk mengingat kembali konfigurasi VLAN. Pas pelatihan sih inget, setelah hari itu lupa deh. Mudah-mudahan kalau ane udah posting disini bisa jadi referensi orang lain, terkhususkan buat ane sendiri yang agak susah menghafal. Hahahahahahahaha…..

VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa  harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen.